Jumat, 23 Oktober 2015

Pengakuan Ojek Pangkalan Soal Alasan Tak Mau Gabung GoJek



Jasa layanan angkutan ojek sepeda motor berbasis aplikasi di telepon seluler seperti GoJek dan Grab Bike, semakin diminati oleh para pengojek konvensional berkat tawaran penghasilan yang lebih tinggi. Namun tawaran tersebut ternyata tidak membuat sejumlah pengemudi ojek pangkalan mau bergabung.

Babe, seorang pengemudi ojek pangkalan di daerah Mampang, Jakarta Selatan, mengaku tidak berminat bergabung dengan GoJek karena dia tidak mengerti cara mengoperasikan telepon seluler. “Katanya terima pesanannya harus pake hape, saya enggak ngerti cara pakainya,” ujarnya.
Dalam sistem layanan GoJek, tidak hanya pelanggan yang menggunakan aplikasi di telepon seluler untuk memesan. Namun pengemudi juga menggunakan aplikasi serupa untuk menerima permintaan pelanggan.

Babe menambahkan, di usianya yang sudah mencapai 50 tahun, dirinya sudah tidak kuat lagi berlama-lama mengojek atau mengojek sampai ke tempat yang jauh. “Sudah tua jadi gampang capek, sekarang juga paling jauh nganter ke Tendean atau Pasar Minggu,” kata pria asli Betawi tersebut.
Sementara Didin, pengemudi ojek pangkalan di daerah Beji, Depok, beralasan bahwa pendapatannya jika bergabung dengan GoJek justru akan menurun. “Kalau sekarang penghasilan semuanya buat sendiri, kalau di GoJek harus dibagi sama kantornya, jadi kurang dong,” kata Didin.
Didin berujar, ada beberapa rekannya yang bergabung dengan GoJek tapi kemudian keluar. Alasannya, jumlah pendapatan berbeda bila dibandingkan menjadi ojek pangkalan. Sejumlah rekan Didin di pangkalan ojek juga membenarkan hal tersebut.


Layanan angkutan ojek sepeda motor berbasis telepon seluler seperti GoJek dan Grab Bike memberikan peluang bagi pengemudi ojek untuk mendapatkan pelanggan di lokasi mana saja tanpa terikat pangkalan. GoJek di laman resminya menyatakan bahwa seluruh calon pengemudi GoJek akan mendapat pelatihan menyeluruh mulai penggunaan telepon seluler hingga keamanan mengemudi. Selain itu pengemudi akan mendapat pembagian keuntungan sebesar 80 persen untuk pengemudi dan 20 persen untuk perusahaan, termasuk bonus saat mencapai target tertentu.

Augmented Reality

Augmented Reality atau dalam bahasa Indonesia Realitas tertambah dan dikenal dengan singkatan bahasa Inggrisnya AR (augmented reality), adalah teknologi yang menggabungkan benda maya dua dimensi dan ataupun tiga dimensi ke dalam sebuah lingkungan nyata tiga dimensi lalu memproyeksikan benda-benda maya tersebut dalam waktu nyata. Tidak seperti realitas maya yang sepenuhnya menggantikan kenyataan, realitas tertambah sekedar menambahkan atau melengkapi kenyataan.



Benda-benda maya menampilkan informasi yang tidak dapat diterima oleh pengguna dengan inderanya sendiri. Hal ini membuat realitas tertambah sesuai sebagai alat untuk membantu persepsi dan interaksi penggunanya dengan dunia nyata. Informasi yang ditampilkan oleh benda maya membantu pengguna melaksanakan kegiatan-kegiatan dalam dunia nyata.
Realitas tertambah dapat diaplikasikan untuk semua indera, termasuk pendengaran, sentuhan, dan penciuman. Selain digunakan dalam bidang-bidang seperti kesehatan, militer, industri manufaktur, realitas tertambah juga telah diaplikasikan dalam perangkat-perangkat yang digunakan orang banyak, seperti pada telepon genggam.

Teknologi Augmented Reality sangat cepat sekali berkembang, di Indonesia sendiri telah banyak aplikasi-aplikasi yang menggunakan teknologi AR. AR merupakan terobosan  dibidang teknologi yang sangat canggih. Karena dengan teknologi ini kita dapat membuat segala hal yang abstrack atau virtual bisa kelihatan nyata atau real.
Teknologi AR sendiri telah dikembangkan dalam berbagai hal, dalam pemanfaatanya teknologi  ini dapat digunakan dalam hal:

1.     Augmented Reality Interactive Games
2.     Augmented Reality Presentation
3.     Augmented Reality Event
4.     Augmented Reality High Tech Environment
5.     Augmented Reality Website
6.     Augmented Reality Promotion

Proyek Aura Bisa Jadi Merupakan Nama Kode Dari Google Glass Yang Baru

Sebelumnya pernah ada kabar bahwa Google telah memutuskan untuk merancang kembali Google Glass, dimana Tony Fadell akan mengambil alih proyek tersebut. Dan setelah itu tidak ada kejelasan lagi mengenai hal baru dari Google Glass ini. Namun hal iu akan menjadi lebih jelas sekarang berkat adanya laporan dari Business Insider.



Berdasarkan laporan mereka, nampaknya baru-baru ini Google telah mempekerjakan beberapa ahli consumer electronic dari Amazon Lab126. Amazon Lab126 sendiri adalah tempat dimana Amazon menciptakan berbagai proyek, diantaranya seperti tablet Kindle Fire dan juga smartphone mereka sendiri yaitu Fire Phone. Rumor yang terbaru mengabarkan bahwa Amazon juga telah memberhentikan beberapa karyawan dari Lab126, sehingga makin menguatkan spekulasi bahwa Google telah memanfaatkan hal tersebut.

Selain itu, laporan tersebut juga mencatat bahwa karyawan tersebut akan mengerjakan proyek baru Google dengan nama kode Project Aura dan diduga itu merupakan Google Glass yang baru. Hal ini diperkuat dengan adanya profil LinkedIn dari beberapa karyawan baru Google, yang menjelaskan proyek yang mereka kerjakan sebagai “Google Glass and Beyond”, dan salah satunya juga menuliskan bahwa mereka sedang mengerjakan produk wearable yang keren.

Dan seperti biasa, Google tetap menolak untuk berkomentar mengenai hal tersebut. Namun sebelumnya Google juga telah menyatakan secara terbuka bahwa mereka sedang mengerjakan Google Glass yang baru.

Senin, 12 Oktober 2015

Geng Motor Bogor Kembali Berulah

Peristiwa yang sulit dicerna akal sehat terjadi pada tengah malam di Laladon Bogor(27/9). Beberapa warga sedang ronda malam, tiba-tiba puluhan geng motor tanpa identitas muncul. Tanpa berfikir panjang, mereka menyerang.

Ewin(36), Jana(60) dan Darmin(62) diserang dengan benda-benda tajam, samurai dan juga celurit.
“Waktu itu saya masih di Rumah. Mendengar keributan, saya bergegas keluar dan kebetulan saya juga bertugas ronda,” ujar Perli(27) saat dijenguk di RS PMII Bogor(2/10). Perli tumbang setelah menerima 10 tusukan dari geng motor tersebut menggunakan samurai dan celurit.

“Kami langsung menyelamatkan Perli. Warga melarikannya ke Rumah Sakit terdekat namun geng motor tersebut masih terus mengejarnya dan berniat menghabisinya. Beruntung pengejaran terhenti saat tiba di Rumah Sakit,” ujar Odie Destrana, keluarga korban.

Dari keterangan para warga, mereka menyerang tanpa sebab karena ingin membuktikan kekuatan mereka. Kumpulan geng motor ini tersebar di beberapa titik. Titik rawan tersebut adalah wilayah Base Jam(Jembatan Merah), WTI di PGM Merdeka, ILP depan RS Salak.

Sumber: Tabloid Motor Plus Edisi 866 (07-13 Oktober 2015)

Faris Imaduddin
13113254

3KA42

Kabut Asap Kirimian Masih 'Serbu' Riau

Beberapa kabupaten dan kota di Riau belum terbebas dari kabut asap. Asap dari kebakaran hutan dan lahan yang sempat menghilang saat kedatangan Presiden Joko Widodo beberapa hari lalu, kembali menyelimuti Riau sejak Sabtu 10 Oktober 2015.

Pagi tadi, jarak pandang di beberapa kawasan di Bumi Lancang Kuning hanya ratusan meter. Seperti di Kota Dumai jarak pandang hanya 500 meter, sementara Rengat (Kabupaten Indragiri Hulu) 800 meter, dan Kabupaten Pelalawan 700 meter.

"Di Pekanbaru, jarak pandang tidak jauh lebih baik, yaitu hanya 1.000 meter. Asap yang menyelimuti Riau ini masih kiriman dari provinsi tetangga yang masih banyak terpantau titik panas," sebut Kepala BMKG Pekanbaru Sugarin, Senin (12/10/2015).

Selain kabut asap, tambah Sugarin, Riau dan beberapa provinsi lainnya di Pulau Sumatera belum juga terbebas dari titik panas sebagai indikasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Pada hari ini, mayoritas titik panas masih ada di Sumatera Selatan.

"Satelit Terra dan Aqua pada hari ini mendeteksi 90 titik panas di Sumatera dan menyebar di 5 provinsi. Seperti biasa, titik panas tersebut masih didominasi oleh Sumatera Selatan," tegas Sugarin.

Di Sumatera Selatan, satelit mendeteksi 65 titik panas. Jumlah itu tersebar di beberapa kabupaten di Negeri Empek-Empek tersebut. Kemudian di Lampung 14 titik panas, Bengkulu 2, Jambi dan Riau masing-masing 8 titik panas.

"Meski Sumatera Selatan masih dominan, jumlah itu menurun drastis dari hari sebelumnya. Pasalnya pada kemarin, terpantau ratusan titik api di Sumatera Selatan," sebut Sugarin.

Sementara titik panas di Riau, tambah Sugarin, tersebar di 3 kabupaten dan kota yakni di Kepulauan Meranti 3 titik panas, Pelalawan 3 buah, dan Bengkalis 2 titik panas.

Menurut dia, cuaca di Riau pada umumnya cerah berawan dan disertai kabut asap. Peluang hujan dengan intensitas ringan masih terjadi tapi tidak merata.


"Hujan diprakirakan turun pada sore atau malam hari di wilayah Riau bagian utara, barat, dan tengah," pungkas Sugarin.

Perbedaan Android Marshmallow & Android Lollipop

Akhir Mei lalu, pihak Google resmi memperkenalkan sistem operasi terbaru miliknya bernama Android M. Sistem operasi ini hadir sebagai penerus sistem Android Lollipop yang baru setahun diluncurkan. Google sendiri baru berencana melepas sistem ini pada akhir tahun ini.

Hal ini cukup membingungkan beberapa pihak. pasalnya sistem operasi Android Lollipop sendiri masih belum sempurna. Bahkan sistem ini masih belum menguasai pasar kalah dengan sistem operasi Android KitKat. Lalu, apa saja perbedaan Android M dari Android Lollipop, berikut ulasannya.

Tampilan Lockscreen

Pada bagian ini, Google melakukan ubahan dengan mengganti bagian shortcut phone dengan shortcut Google Now.

Tampilan App Drawer

Berbeda dengan Lollipop yang masih menata deretan aplikasi secara horizontal. Pada Android M, aplikasi disusun secara vertical dengan tambahan dock aplikasi favorit dan fitur pencari. Tak hanya itu, bagian widgets pun berubah dengan penyusunan secara vertical.

Kontak

Bagian ini diperbaharui Google dengan menambahkan bagian baru pada pengisian kontak baru seperti nama pendek, foto dan lain - lain. Hal ini membuat kontak dalam ponsel Anda lebih lengkap.

Google Maps

Google Maps dalam Android M juga mengalami perubahan. Anda kini dimanjakan dengan hadirnya fitur Location Lock yang baru. Aplikasi ini juga hadir dengan kolom kecil di bawah berisi posisi Anda berada saat ini. Bahkan dalam aplikasi ini terdapat fitur around X suggestion yang memudahkan Anda mencari sesuatu di lokasi tersebut.

Phone App

Pada bagian telepon, Google mengganti tulisan yang ada di bar dengan icon. Hal ini membuat tampilan phone App pada Android M lebih minimalis dengan foto yang lebih besar dibanding Android Lollipop. Google juga menata bagian log kontak dengan lebih rapi guna memudahkan pengguna.

Settings

Pada bagian settings atau pengaturan, dalam Android M terdapat menu baru yakni Google. Sedangkan di Android Lollipop tidak ada. Google juga menghadirkan pilihan merubah tema pada bagian pengaturan. Terdapat tema terang, gelap atau otomatis yang bisa Anda pilih. Pada bagian terang, tampilan setting pada Android M mirip dengan Android Lollipop.

Baterai

Dengan perubahan tampilan yang lebih minimalis dan perbaikan beberapa bugs dari sistem operasi sebelumnya, ternyata Android M lebih hemat baterai dibanding Android Lollipop. Android M berhasil memangkas daya yang biasa dipakai Android Lollipop.

Perbedaan Windows 10 & Windows 8

Perusahaan perangkat lunak komputer, Microsoft akan meluncurkan sistem operasi terbaru Windows 10 di Washington Rabu (21/1) waktu setempat. Dikutip dari laman  PC Pro, Microsoft menyebut peluncuran Windows 10 merupakan langkah perbaikan pada sejumlah kesalahan saat merilis Windows 8.
Sebelumnya, perusahaan yang dirintis Bill Gates itu memang telah melakukan pembaruan untuk memperbaiki Windows 8 menjadi versi 8.1. Namun, ternyata banyak pengguna yang masih lebih menyukai Windows 7.

Lantas, apakah perbedaan antara Windows 10 dengan Windows 8? Berikut lima perbedaan antara sistem operasi Windows 10 dan Windows 8:

1. Kembalinya Start Menu
Dari liputan tentang Windows 10 Technical Preview diketahui bahwa Microsoft kembali menghadirkan Start Menu di Windows 10 dengan beberapa pembaruan fitur yang menarik. Start Menu sangat dirindukan oleh pengguna setelah fitur ini hadir di Windows 7.

2. Multitasking
Saat menggunakan Windows 10, pengguna dapat mengoperasikan fitur Snap Assist yang memungkinkan untuk membuka 4 aplikasi dalam satu jendela (window). Pengguna dapat menciptakan ruang kerja yang rapih dan memastikan aplikasi yang masih diperlukan tetap berjalan.

3. Cortana
Cortana sebenarnya telah hadir di Windows Phone 8.1 untuk sejumlah negara. Microsoft  berharap asisten digital itu akan mampu meningkat fungsinya sebagai asisten untuk membantu pengguna dalam kegiatan sehari-hari. Terintegrasinya Cortana ke Windows 10 bakal membuka peluang untuk mengubah cara seseorang berinteraksi dengan komputer dan meningkatkan produktivitasnya.

4. Selamat tinggal Internet Explorer, Selamat datang Microsoft Edge
Akhirnya Microsoft menutup browser Internet Explorer dan menggantikannya dengan Microsoft Edge. Browser baru yang terpasang di Windows 10 itu memiliki tampilan desain yang lebih ringan seperti Chrome dan Firefox.

5. Kesinambungan via Continuum

Continuum di Windows 10 akan membuat sistem operasi itu secara otomatis beradaptasi dengan tipe perangkat yang digunakan, baik perangkat berbasis layar sentuh atau via keyboard dan mouse. Dengan demikian, lewat Windows 10 maka berbagai tipe pengguna akan mendapatkan tampilan antarmuka (user interface) familiar.